Rabu, 22 Agustus 2018

SYUKUR


PUSTAKA DIGITAL SYAUQILLAHI

ASSALAMU ALAIKUM
بسم الله الرحمن الرحيم
       
        
         
          
           
                                                                                

Assalamu 'alaikum wr.wb
Silahkan masukkan putra-putri anda ke salah satu pesantren yang dulu pernah saya belajar disana, yaitu:

1.PONPES TARBIYATUL ULUM                
Nama Pengasuh:
KH. HASAN BISRI
Alamat: Desa Pekuwon
Kec. Rengel Kab. Tuban
JATIM

2.PONPES DARUSSALAMAH                
Nama Pengasuh:
KH. ZAENAL ARIFIN TAHMID
Alamat: Desa Balerante
Kec. Palimanan Kab. Cirebon
JABAR


              
          
         
Nasehat dan Wejangan Syaikh Abdul Qodir al Jilani ra.
SYUKUR
1. Barangsiapa yang tidak bersyukur dengan segala nikmat Allah, maka hal tersebut menunjukkan telah hilangnya nikmat-nikmat itu. Dan barangsiapa yang bersyukur dengan nikmat itu, maka ia telah mengikatnya dengan tali nikmat tersebut.
2. Dengarlah wejangan ulama :  Jadilah kamu didunia ini seperti orang yang membalut lukanya, yaitu sabar atas pahitnya obat, dan penuh harap atas lenyapnya cobaan. Setiap cobaan dan sakit pasti berhubungan dengan mahluk. Juga penglihatan mereka pada sengsara, manfaat, pemberian, dan penolakan.Oleh karena itu, obat dan lenyapnya cobaan itu terletak pada ketidak adaan mahluk dari hatimu dan tanggapanmu tatkala ketentuan Allah datang padamu.
3. Allah Azza wa Jalla telah memberikan berbagai macam nikmat kepada umat manusia berupa hidayah dan berupa rezeki. Nikmat Allah yang paling besar adalah nikmat berupa hidayah, petunjuk kepada kebenaran, nikmat iman dan islam. Dengan hidayah ini manusia akan dapat mensyukuri semua nikmat yang telah Allah berikan kepadanya sehingga adanya nikmat yang berupa rezeki akan selalu disyukuri, dipergunakan untuk menolong orang-orang fakir, untuk berjuang dijalan Allah. Sebaliknya jika manusia menelantarkan nikmat hidayah yang telah diberikan kepadanya, maka nikmat rezeki yang diberikan kepadanya itu bagaikan siksa bagi dirinya dikarenakan dengan adanya rezeki itu bukan menambah taatnya kepada Allah, justru menambah jauh dari Allah.
4.Iman itu ada dua bagian, sebagian berisi sabar dan sebagian berisi syukur.(Alhadits). Apabila kamu tidak sabar tatkala tertimpa suatu penyakit dan musibah, dan juga tidak bersyukur tatkala memperoleh kenikmatan, berarti kamu bukan seorang mukmin sejati.Diantara kebenaran islam seseorang adalah terletak dalam kepasrahan jiwanya.
Sumber: http://ashakimppa.blogspot.com/2012/02/nasihat-wejangan-syeih-abdul-qodir-al.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar