بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamu 'alaikum wr.wb Silahkan masukkan putra-putri anda ke salah satu pesantren yang dulu pernah saya belajar disana, yaitu: 1.PONPES TARBIYATUL ULUM Nama Pengasuh: KH. HASAN BISRI Alamat: Desa Pekuwon Kec. Rengel Kab. Tuban JATIM 2.PONPES DARUSSALAMAH Nama Pengasuh: KH. ZAENAL ARIFIN TAHMID Alamat: Desa Balerante Kec. Palimanan Kab. Cirebon JABAR |
Nasehat dan Wejangan Syaikh Abdul Qodir al Jilani ra.
SYUKUR
1. Barangsiapa yang tidak bersyukur dengan segala nikmat Allah, maka hal tersebut menunjukkan telah hilangnya nikmat-nikmat itu. Dan barangsiapa yang bersyukur dengan nikmat itu, maka ia telah mengikatnya dengan tali nikmat tersebut.
2. Dengarlah wejangan ulama : Jadilah kamu didunia ini seperti orang yang membalut lukanya, yaitu sabar atas pahitnya obat, dan penuh harap atas lenyapnya cobaan. Setiap cobaan dan sakit pasti berhubungan dengan mahluk. Juga penglihatan mereka pada sengsara,
manfaat, pemberian, dan penolakan.Oleh karena itu, obat dan lenyapnya cobaan itu terletak pada ketidak adaan mahluk dari hatimu dan tanggapanmu tatkala ketentuan Allah datang padamu.
3. Allah Azza wa Jalla telah memberikan berbagai macam nikmat kepada umat manusia berupa hidayah dan berupa rezeki. Nikmat Allah yang paling besar adalah nikmat berupa hidayah, petunjuk kepada kebenaran, nikmat iman dan islam. Dengan hidayah ini manusia akan dapat mensyukuri semua nikmat yang telah Allah berikan kepadanya sehingga adanya nikmat yang berupa rezeki akan selalu disyukuri, dipergunakan untuk menolong orang-orang fakir, untuk
berjuang dijalan Allah. Sebaliknya jika manusia menelantarkan nikmat hidayah yang telah diberikan kepadanya, maka nikmat rezeki yang diberikan kepadanya itu bagaikan siksa bagi dirinya dikarenakan dengan adanya rezeki itu bukan menambah taatnya kepada Allah, justru menambah jauh dari Allah.
4.“Iman itu ada dua bagian, sebagian berisi sabar dan sebagian berisi syukur.”(Alhadits).
Apabila kamu tidak sabar tatkala tertimpa suatu penyakit dan musibah, dan juga tidak bersyukur tatkala memperoleh kenikmatan, berarti kamu bukan seorang mukmin sejati.Diantara kebenaran islam seseorang adalah terletak dalam kepasrahan jiwanya.
Sumber: http://ashakimppa.blogspot.com/2012/02/nasihat-wejangan-syeih-abdul-qodir-al.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar